<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DAKWAH DAN KOMUNIKASI</title>
	<atom:link href="http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Apr 2011 00:57:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dakwahkomunikasi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DAKWAH DAN KOMUNIKASI</title>
		<link>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/osd.xml" title="DAKWAH DAN KOMUNIKASI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MENJAGA PERSAUDARAAN</title>
		<link>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/25/menjaga-persaudaraan/</link>
		<comments>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/25/menjaga-persaudaraan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 13:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/25/menjaga-persaudaraan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Uwes Fatoni &#160; Perbedaan merupakan sunatullah yang tidak mungkin bisa dihilangkan. Untuk itu perbedaan harus diterima sebagai satu bentuk keniscayaan yang hadir di mana pun dan kapan pun. Allah telah menetapkan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Hal ini menjadi cara bagi manusia untuk saling mengenal antara satu dengan yang lainnya. &#8220;Hai manusia, Kami ciptakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahkomunikasi.wordpress.com&amp;blog=2265679&amp;post=6&amp;subd=dakwahkomunikasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center">Oleh : Uwes Fatoni</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Perbedaan merupakan sunatullah yang tidak mungkin bisa dihilangkan. Untuk itu perbedaan harus diterima sebagai satu bentuk keniscayaan yang hadir di mana pun dan kapan pun. Allah telah menetapkan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Hal ini menjadi cara bagi manusia untuk saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.<span id="more-6"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&#8220;Hai manusia, Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan. Kami jadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, supaya kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu bagi Allah, ialah yang paling takwa. Sesungguhnya Allah maha Mengetahui dan Maha Sempurna pengetahuan-Nya.&#8221; (Al-Hujurat:13)</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Kalimat terakhir ayat tersebut memberikan penekanan bahwa orang yang paling mulia diantara manusia hanyalah orang yang bertakwa kepada Allah. Perbedaan seseorang dari yang lainnya terletak pada tingkat ketakwaannya. Semakin tinggi tingkat ketakwaan seseorang maka akan semakin mulia dirinya di sisi Allah.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Persaudaraan antar umat Islam atau lebih dikenal ukhuwah Islamiyah merupakan fondasi berdirinya masyarakat. Tanpa persaudaraan dan perasaan senasib sepenanggungan tidak mungkin akan muncul persatuan dan kesatuan umat. Sebaliknya bila egoisme pribadi dan kelompok lebih mengemuka maka yang akan lahir adalah perpecahan dan kehancuran. Rasulullah bersabda, &#8220;Bukan golongan kami, orang yang membangga-banggakan kesukuan dan bukan golongan kami orang yang mati karena membela, mempertahankan dan memperjuangkan kesukuan.&#8221; (Al-Hadits)</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Sebagai umat Islam yang diberi nikmat persaudaraan dalam keimanan sudah sepatutnya kita terus menjaga dan memelihara serta mewariskan nilai-nilai persaudaraan ini kepada generasi muda. Islam senantiasa mengajarkan untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan karena itu akan mempertebal rasa kebersamaan dan mampu menghilangkan benih-benih permusuhan.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&#8220;Dan berpegangteguhlah kamu kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu berpecah belah. Dan Ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu saling bermusuhan, lalu kami jadikan lembut hati-hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara&#8221;. (Ali Imran:103)</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Imam al-Ghazali berpesan &#8220;Jadilah seperti dua tangan, jangan jadi seperti dua telinga&#8221;. Tatkala kita sedang berjalan dua tangan harus bergerak saling bergantian. Ketika yang satu berada di depan yang lainnya harus di belakang dan sebaliknya. Kita sebagai umat Islam harus saling membantu dan menolong baik dalam kebahagiaan maupun kesusahan laksana dua tangan. Sedangkan kita janga seperti dua telinga yang posisinya berjauhan.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Bila kita mampu menjaga dan memelihara persaudaraan ini maka Allah menjanjikan kepada kita kebaikan yang tak akan pernah ada habisnya, sebagaimana firman-Nya <span> </span>dalam surat Al-Maidah ayat 9 &#8220;Allah telah berjanji kepada orang yang beriman dan beramal soleh, bagi mereka ampunan dan pahala yang melimpah&#8221;.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><i>Wallahu a&#8217;lam</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahkomunikasi.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahkomunikasi.wordpress.com&amp;blog=2265679&amp;post=6&amp;subd=dakwahkomunikasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/25/menjaga-persaudaraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MELESTARIKAN ALAM</title>
		<link>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/23/melestarikan-alam/</link>
		<comments>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/23/melestarikan-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 14:11:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/23/melestarikan-alam/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Uwes Fatoni   Manusia merupakan khalifah di muka bumi yang diberi tanggung jawab untuk memelihara alam ini. Alam yang terjaga akan memberikan kemanfaatan bagi umat manusia itu sendiri. Sebab kerusakan yang banyak terjadi di muka bumi lebih banyak disebabkan oleh perbuatan manusia yang merusak alam untuk tujuan jangka pendek. Adapun dalam jangka panjang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahkomunikasi.wordpress.com&amp;blog=2265679&amp;post=5&amp;subd=dakwahkomunikasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center">Oleh : Uwes Fatoni<b></b></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"> <br />
Manusia merupakan khalifah di muka bumi yang diberi tanggung jawab untuk memelihara alam ini. Alam yang terjaga akan memberikan kemanfaatan bagi umat manusia itu sendiri. Sebab kerusakan yang banyak terjadi di muka bumi lebih banyak disebabkan oleh perbuatan manusia yang merusak alam untuk tujuan jangka pendek. Adapun dalam jangka panjang pengaruh perbuatan manusia tersebut akan berakibat kepada dirinya sendiri.<span id="more-5"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&#8220;telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan perbuatan manusia. Allah akan merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatannya, supaya emreka kembali (ke jalan yang benar)&#8221; Ar-rum:41</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">menjaga alam adalah bagian dari rasa syukur kita kepada Allah yang telah memberikan rizki yaitu berupa makanan yang tumbuh dari tanah yang diguyur oleh air hujan yang turun dengan izin-Nya. Tanpa curahan rahmat dari-Nya maka kita tidak akan mampu hidup di muka bumi ini. Betapa banyak lingkungan yang dulunya merupakan hutan belantara kemudian menjadi padang pasir yang tidak memiliki kehidupan.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Oleh karenanya kita wajib untuk memelihara apa yang ada di muka bumi ini karena dengan begitu Allah pun akan memelihara kehidupan kita. Sebagaimana yang telah dijaminkan oleh rasulullah dalam sebuah sabdanya &#8220;Sayangilah oleh kamu sekalian segala apa yang ada di muka bumi niscaya yang di atas (Allah akan menyayangimu&#8221;.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Bila kita mampu menjaga alam sekitar maka akan lahir negara yang aman makmur penuh dengan rahmat dan ampunan Allah Swt. Namun bila kita mengkufuri segala nikmat yang telah Allah berikan yaitu dengan melakukan kerusakan di muka bumi maka Allah tidak akan segan untuk memberikan murkanya kepada kita.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&#8220;Sekiranya penduduk suatu negeri itu beriman dan bertaqwa, tentulah Kami bukakan baginya (pintu) rahmat dari langit dan bumi. Tapi mereka mendustakan (kebenaran), lalu kami azab mereka karena perbuatannya&#8221; Al&#8217;Araf:96</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahkomunikasi.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahkomunikasi.wordpress.com&amp;blog=2265679&amp;post=5&amp;subd=dakwahkomunikasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/23/melestarikan-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KHUTBAH ‘IDUL FITRI 1428 H.</title>
		<link>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/06/khutbah-%e2%80%98idul-fitri-1428-h/</link>
		<comments>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/06/khutbah-%e2%80%98idul-fitri-1428-h/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 14:50:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ceramah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/06/khutbah-%e2%80%98idul-fitri-1428-h/</guid>
		<description><![CDATA[الله اكبر الحمد لله الذى جعل العيد ضيافة وكرامة للصائمين. صلاة وسلاما متلازمين الى يوم الدين. وعلى رسول الله الكريم محمد المصطفى المتبع فى الدنيا والدين. وعلى اله واصحابه الذين بدلوا نفوسهم لعزة الاسلام والمسلمين. اشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له الحق المبين. واشهد ان محمدا عبده ورسوله الصادق الوعد الامين. فاتقوا [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahkomunikasi.wordpress.com&amp;blog=2265679&amp;post=4&amp;subd=dakwahkomunikasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';">الله اكبر <span></span> الحمد لله الذى جعل العيد ضيافة وكرامة للصائمين. صلاة وسلاما متلازمين الى يوم الدين. وعلى رسول الله الكريم محمد المصطفى المتبع فى الدنيا والدين. وعلى اله واصحابه الذين بدلوا نفوسهم لعزة الاسلام والمسلمين. اشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له الحق المبين. واشهد ان محمدا عبده ورسوله الصادق الوعد الامين. فاتقوا الله. جعلنا الله واياكم من العائدين</span></b><b><span dir="ltr"></span></b></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i>Hadirin rahimakumullah</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dina mangsa anu pinuh ku rasa bagja sareng gumbira anu taya hinggana, hayu urang sadaya manjatkeun puji kalih syukur ka Allah Swt. Ku siraman rahmat sareng karunia ti mantenna, urang tiasa ngareuah-reuah, ngaramekeun lebaran taun ayeuna, dina kaayaan sehat lahirna sehat batinna. Sok sanaos sabagian umat Islam Indonesia aya oge nu tos leubaran tiheula. Nanging ieu ulah janten ngirangan rasa syukur sareng gumbira.<span id="more-4"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Ayana rasa syukur sareng gumbira teh sabab urang tos rengse nohonan kawajiban ibadah shaum sasasih lamina bari disarengan ku <i>qiyamur ramadhan</i>, nyaeta ngaramekeun suasanan ramadhan ku ngalaksanakeun shalat taraweh berjamaah, tadarus, I’tikaf, sareng ngaluarkeun zakat. Sadayanan dilakonan kalayan dasar kaimanan sareng kataqwaan, wungkul karana Allah Swt, Takwa mangrupi bekel anu langkung utami sareng abadi, mustika paling berharga di dunia, sarta kanikmatan jaga di yaumul jaza, sakumaha dawuhan Rasulullah<span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span>:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';">وتزودوا فان خير زاد التقوى</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span>“Kudu bebekelan anjeun, sareng pang hade-hadena bekel nyaeta bekel takwa.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Malihan takwa mangrupi bekel anu utama pikeun ngawangun bangsa. Sabab makmur jeung ancurna hiji bangsa gumantung kana kaimanan jeung katakwaan eta bangsa. Sajarah jadi bukti, Kaum ‘Ad anu kalintang endah tur megah jadi goyah, nalika iman jeung takwa mimiti lemah; kaum Tsamud, anu subur tur makmur jadi ancur lebur nalika iman jeung takwa mimiti luntur. Kaum Sodom, anu kawasa tur digjaya jadi rusak binasa nalika iman jeung takwa mimiti suda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Kumargi kitu hayu urang ronjatkeun takwa anu saestuna ka Allah Swt. Taqwa anu ngagurat dina dada, matri dina diri, ngajirim dina raga, ngaraga dina jiwa, ngajiwa dina ucap tekad jeung laku lampah sadidinten.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Aweuhan sora takbir minuhan jagat raya ti mimiti sonten kamari dugi ka tamat weungi tadi diteraskeun enjing-enjing deui, ieu mangrupi wujud nyata rasa rido sareng syukur ka ilahi robbi. Rido nyumponan panggero Allah Swt ngalaksanakeun puasa ramadhan, sareng syukur nganyatakeun rasa kabungah tina sadaya ni’mat, rahmat sareng karunia Mantenna nu parantos masihan kakuatan geusan ngarengsekeun ibadah puasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Kalimat takbir diucapkeun ku sakmuna kaum muslimin mangrupa pangakuan yen nu Maha Agung teh wungkul Allah, salian ti Allah kabeh ge leutik, teu aya nu leuwih punjul, kaasup manusa anu kumelendang di alam dunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">La ilaaha illallah, mangrupa panyaksen yen ibadah teh wungkul ka gusti Allah Swt. Lian ti Gusti Allah teu aya nu patut diibadahan, sakabeh anu aya di alam dunya makhluk dadamelan Allah Swt anu jadi kulantaran kudrat sareng irodat Allah sarta bakal jadi rusak sareng binasa oge ku kakawasaan mantenna.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Walillahilhamd, mangrupi ucapan syukur, bari muji kana kaagungan Allah Robbun ghafur, nu parantos ngalumungsurkeun mangpirang-pirang kani’matan ka sakumna umat manusa mangrupa kani’matan lahir atanapi batin. Kani’matan anu kacida luhur ajenna nyaeta urang parantos dipasihan panjang yuswa, dugi ka tiasa ngahadiran tur ngareuah-reuah ‘idul fitri taun aeyuna. Padahal aya sapalih wargi, dulur atanapi sepuh urang anu teu tiasa ngaraosan kani’matan lebaran sakumaha anu kuurang kaalaman, margi marantenna parantos mulih ka jati mulang ka gusti. Mudah-mudahan iman islamna ditampi ku Allah rabbul izzati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">sedengkeun ni’mat batin anu kacida luhur ajenna nyaeta ni’at iman sareng Islam, tanpa iman sareng Islam teu mungkin urang ngalakonan ibadah shaum sareng teu mungkin urang kumpul ngalaksanakeun ibadah di ieu tempat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bulan Ramadhan tos ninggalkeun urang sadaya, Insya Allah upama masih dipasihan umur panjang urang tiasa tepang deui sareng Ramadhan dina taun nu bakal datang. Nanging anu langkung penting kanggo ayeuna, kumaha semanget urang dina sasih Ramadhan kamari ulah dugi kaleungit. Ramadhan kedah aya tapakna dina kahirupan urang 11 bulan kapayunna. Urang ulah balik deui kedul kana ibadah, talangke kana shalat. Kalakuan ieu saperti kalakuan nana kaum jahiliyah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Rasulullah mangrupikeun contoh kahirupan kanggo urang kaum muslimin. Anjeunna ngagaduhan tugas anu kalintang beuratna nanging kalintang mulyana. Allah ngadawuh dina surah al-Jum’ah ayat kadua.</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';">هوالذى بعث فى الاميين رسولا</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Allah parantos ngutus <i>fil ummiyina </i>ka kaum anu ummy, <i>rasulan </i>saurang rasul. Disebat kaum ummy nyaeta Arab Jahiliyah. Disebat jahiliyah, kumargi aya sabaraha kalakuan anu patojaiah kalih patunggang tonggong sareng sadaya agama. Arab jahiliyah disebat jahiliyah kumargi panyakit kakufuran kalih panyakit kamusyrikan pagaluwota.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Sateuacan Islam disebarkeun ku Rasul di jazirah Arab, orang Arab biasa nyembah ngabogaan<span>  </span>pangeran anu disembah nyaeta gunung-gunung, roh-roh jahat. Jadi gunung anu dipunjung sagara anu dipuja, munjung ka gunung muja ka sagara. Nanging sanaos kitu, sanes ngandung hartos teu kenal ka Allah. Margi Allah mah tos dikenal sateuacan jalmi-jalmi gumelar ka alam dunia. Asma Allah mah parantos terkenal sateuacan orang arab aya. Asma Allah mah parantos terkenal ti kawit manusa diciptakeun malihan sateu acan diciptakeun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Dugikeun ka Al-Qur’an ngagambarkeun.</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';">من خلق السماوت والارض ليقولون الله</span></b><b><span dir="ltr"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Nalika ditaroskeun saha anu nyiptakeun langit sareng bumi, orang arab harita ngajawab, bumi langit uteuk tongo walang taga sadaya diciptakeun ku Allah Swt. Kayakinan saperti kieu dina elmu tauhid disebatna tauhid rububiyah. Yakin jeung percaya yen ieu sadaya aya nu nyiptakeun, yen anu nyiptakeun nana teh Allah Swt. Janten kaum arab, bapak ibu sadaya, ngagaduhan pamadegan, anu janten kayakinan, yen bumi langit kalih urang diciptakeun ku Allah. hartosna arab jahiliyah parantos tauhid, tauhid rububiyyah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Nanging arab jahiliyah, wijing sila bengkok sinembah, nyembahna teu Allah. Pangeran dijieun ku sorangan disembah ku sorangan, Tapekong jeung berhala disebutna. Dijieun tapekong jeung berhala, ditendeun di hareupeun ka’bah, sabudeureun ka’bah dikurilingan ku tapekong jeung berhala. Sabab boga perasaan Allah teh maha suci, teu pantes disembah ku jelema anu bobolokot ku dosa. Janten Allah disimbolkeun, jadi nyembahna melalui perantara. Ceuk logika urang ayeuna, teu pantes rahayat cacak kuricahan, kedah ngadeuheus ka presiden. Melalui perantara-perantara anu tiasa ngadugikeun eta kahoyong sareng pamaksadan/ ka presiden. Pamadegan jahiliyah ka pungkur sapertos kitu. Di antara alesan nyembah Allah melalui patung, melalui berhala-berhala sabab ngagaduhan kayakinan dirina kotor anu bobolokot ku dosa teu pantes nyembah ka Allah langsung, Allah na dijieun simbol, simbol Allah dijieun dina patung jeung berhala.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Nanging kadang-kadang justru jati kasilih ku junti, nu disembahna akhirna perantarana, leungit Allah nu disembahna, anu disembahna berhala.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i>Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Aya deui pamadegan jahiliyah. Arab jahiliyah teh kapunkur geus wawuh kana ngarana thawaf jeung salat. Tawaf ngurilingan ka’bah ngan buligir. Pornografi jeung pornoaksi, tanpa sehelai kain kafan. Sabab nyangkaluk dina hatena. Kawit Allah nyiptakeun lahir gubrag ka alam dunia bulenjeur tanpa sehelai kain pun. Teu nganggo sabenang-benang acan. Maka nyembah ka Allah na ge teu nganggo saheulai benang-benang acan, jadi buligir. Datang kayakinan jiga kieu di tatar Jawa Barat belah wetan. Aya ajaran salat teh kudu bubulucun, sabab ulah kacampuran ku aeb dunia, ku harta dunia, tapi kedah sabeuleugenjeur saayana. Ieu pamadeugan teu beuneur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Sakumaha ditegeskeun ku Allah dina al-Qur’an</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><i>Wama kana shalatuhum indal baiti illa mukaaw watasdiyah <span dir="rtl"></span></i></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';">وما كان صلاتهم عند البيت الا مكاء وتصدية</span></b><b><span dir="ltr"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Jelema-jelema kafir, jelema-jelema jahiliyah, jeleman-jelema baheula sateuacan Islam datang, ngalaksanakeun salat sareng tawaf disakuriling ka’bah, <i>Wama kana shalatuhum indal baiti </i>shalat manehan nana, thawaf manehannana ibadah manehan nana disabudeureun ka’bah, <i>illa muka<span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span>-</span>aw wa tasdiyah </i>ngan hungkul boga ganjaran teupuk tangan jeung heheotan. Maka datang parentah Allah</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';">خذو زينتكم عند كل مسجد</span></b><b><span dir="ltr"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Anggo anggean sing rapih jeung bersih, nutup aurat dimana-mana bade ibadah. Khitabna harita ka Arab jahiliyah anu sok boga pagawean, thawaf sareng solatna dihareupeun ka’bah bari jeung bubuligir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Al-<i>amru bi’umumil lafdzi la bikhususi sabab </i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">numutkeun kaidah ushul fiqih</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Parentahna ditujukeun ka Arab jahiliyah harita, tapi berlaku ka urang sadaya ayeuna. Ngandung harti, shalat urang di masjid, shalat urang di bumi masing-masing lamun teu nutup aurat, ngan hungkul boga ganjaran tepuk tangan jeung heheotan. Sabab ibu bapak sadaya, sumping aturan fikih sadaya tubuh kaum istri disebat aurat kecuali dua telapak tangan sareng raray. Janten kedah ditutup aurat urang dimana-mana bade ngalaksanakeun shalat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Kumargi ajaran shalat teh tong wungkul dianggo dina shalat wungkul, tapi kedah diangge dina luar solat. Maka kawajiban nutup aurat janten kawajiban sanes nuju shalat tapi diluar shalat. Kapincut ku hadits rasul</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';">صلوا لا يصلون</span></b><b><span dir="ltr"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Aya Jelema shalat nanging teu shalat. Nuju shalat nutup aurat, di luar shalat muka-muka aurat, berarti <i>shallu la yusalluna</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i>Hadirin rahimakumullah</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Kitu oge ka pameget, aya batesan-batesan shalat dina fikih, dina nutup auratna. Aurat pameget mah/ kedah katutupan tuur kalih udelna, eta pang minim-minimna. Nanging langkung sae, dimana-mana urang bade shalat berjamaah dimasigit. Ngangge anggoan anu beresih ditambih ku harum-haruman anu wangi, sapertos sholat ‘Id ayeuna. Margi malaikat, rasul sareng Allah resep kanu sareungit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Kadang urang mah sadidinten rek solat, make sarung anu geus ngirinting, anu can pernah diseuseuh-seuseuh acan, sabab sarungna weuteuh. Weuteuh soteh lebaran tahun kamari. Deur dipake, katebak ku angin, kabauan kabeh. Leungit khusu’ datang mentegeg. Malaikat kabur, tatangga embung shalat deui ka masjid. Ulah kitu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Bujeng-bujeng Allah kalih rasulullah Saw, diantawis penelitian ahli ekonomi kunaon loba jelema anu ninggalkeun pasar tradisional tapi rame abring-abringan ka pasar swalayan sabab di pasar-pasar tradisional kebersihan kurang dijaga. Barau, kalotor, keuamanan, jeung sajabana. Akhirna seueur nu balanja teh ka toko-toko pasar swalayan anu sareungit, bareresih, araraman. Di dunia urang rek balanja keur euisi dapur, milih anu bersih, anu rapih, anu aman. Komo ieu balanja keur kapentingan akherat. Lamun masigit kotor, kamar mandina teu rapih, jamaah na oge cararudih, malaikat moal darareukut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Ieu ajaran-ajaran kapungkur anu tos kedah ditinggalkeun. Disebat jahiliyah teh pagaluwota kamusyrikan leungit katauhidan. Kenal ka Allah tapi teu caket ka Allah sabab anu disembah sanes Allah, tapi berhala-berhala sebagai simbol Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i>Allahu akbar allahu akbar allahu akbar </i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Panyakit jahiliyah anu sanes, disebat jahiliyah teh sabab Arab Jahiliyah biasa pisan parasea. Naon anu jadi alesan parasea, marebutkeun jukut, marebutkeun oasis-oasis, sumber-sumber cai anu subur. Didinya aya cai anu subur, didinya aya jukut anu hoje, didinya aya kahirupan anu kalintang pisan digjayana. Sabab sato hewan tiasa hirup, tatanen oge tiasa subur. Maka didinya aya cai, didinya aya jukut, didinya bakal aya pertumpahan darah. Kabiasan hirup arab jahiliyah baheula nomaden, berpindah-pindah. Milarian tempat-tempat anu subur, didinya aya tempat nu subur, didinya pasti bakal aya anu parasea.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Datang panyakit jaman ayeuna, dimana-mana aya lahan anu subur, dimana-mana aya tempat dagang anu strategis, dimana-mana aya jabatan basah, pasti jelema rela pertumpahan darah, bengkah parasea, beh dituna rela pajarauh jeung sajabana malahan diadu alatan kapentingan-kapentingan jiga zaman jahiliyah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;">Jadi/ upami urang ningali dina televisi ayeuna, Gara-gara parebut jabatan, gara-gara parebut kakuasaan, gara-gara parebut eusi peujit intina, jelema parasea. Teu sakeudik ibu bapak sadaya, godaan duduluran diantawis urang jeung urang, ku kahirupan ekonomi rela dikorbankeun, balik ka zaman jahiliyah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i>Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Kitu<span>  </span>geuning tugas kanjeng Nabi, ngajadikeun kaum anu sateuacan na jahiliyah janten Islamiyah, nyaeta anu miboga pribadi luhur miboga watek sareng tabeat anu kuat oge mibanda akhlak sareng budi parangi anu sajati. Rasul marentahkeun umatna sangkan ngalakonan ibadah ka Allah Swt di tengah-tengah kahirupan masyarakat, salat berjamaah di masjid-masjid atawa di mushala, nyakitu deui di imah babarengan sareng kulawarga. Saminggu sakali diayakeun salat Jum’at, anu dina waktu eta teh sarerea kudu ngadengekeun khutbah atawa nasehat khotib, terus dua kali dina sataun kudu ngayakeun salat ‘Id. Anu dina waktu harita teh nu sakali dilaksanakeun sangguesna rengse ngabagikeun zakat fitrah sarta nu sakali deui samemeh ngalaksanakeun qurban. Nyakitu deui dina saumur hirup keur umat Islam anu aya kamampuan kudu ngalakonan ibadah haji, kumpul babarengan sareng jutaan jalma ti unggal nagara sareng bangsa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dua puluh taun Nabi Muhammad saw bajoang ngawangun manusa anyar, ngatik, ngadidik, ngaping, ngajaring sareng ngalatih urang jahiliyah nepi ka jadi manusa muslim anu miboga tabeat sareng akhlak anu mulya. Tilu belas taun di mekah anjeunna berjuang ngawangun manusa anyar ku cara da’wah, pendidikan sareng latihan-latihan sacara intensif. Rupa-rupa cocoba, gogoda sareng rintangan tiasa ditungkulan dugi ka anjeunna diancam tur diusir ti kota mekah. Anu akhirna kalayan idzin Allah swt anjeunna sareng para sahabatna hijrah ka Madinah. Ku cara hijrah ieu mangrupa angin seger geusan nata sumanget joang umat Islam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Di madinah rasulullah saw nyusun kakuatan umat Islam sareng ngawangun masyarakat Islam, ngalahirkeun manusa, anyar anu kadidik sareng terlatih, rancage kana gawe, anu miboga daya tarik saperti beusi semprani, narik sareng mawa jalma-jalma sabudeureunana jadi panganut ajaran Nabi kalawan sati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sajero 23 tahun risalah nabi saw geus ngahasilkeun lahirna manusa anyar anu ngabogaan jiwa Islam, pribadi luhur, watek sareng tabeatna kuat, tur mibanda akhlak, budi parangi anu utama. Manusa-manusa anu anyar hasil didikan Rasulullah, sumebar dimana-mana, sumebar ka suklak-sikluk dunya, anjeunna jaradi pangangung nagara anu kakoncara, jadi jenderal-jenderal perang anu gandang tur perkasa, jadi sarjana-sarjana elmu anu ka masyhur, pujangga-pujangga sastra, usahawan, padagang, pangawasa anu jujur adil jeun sajabana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i>Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Ibadah ramadhan nu dilakonan unggal taun teh maksudna sangkan kondisi jasmani sareng rohani jalma mu’min teh tetep saimbang sareng weteuh gembleng henteu ngurangan, malah leuwih ngaronjat ti sasari sakurang-kurangnya mulang deui kana kondisi fitrah anu optimal, nepi ka dina nyanghareupan tugas sateurusna teh miboga daya tahan anu kuat, anu ditandaan ku pamahaman sareng pangenalan kana agama anu leuwih anteb dibandingkeun sareng bulan-bulan samemehna.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dawuhan gusti Allah dina al-Qur’an:</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left:9pt;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';">فأقم وجهك للدين حنيفا فطرة الله التي فطر الناس عليها لا تبديل لخلق الله ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس لا يعلمون</span></b><b><span dir="ltr"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">“geura prak sanghareupkeun diri maneh kalawan lempeng kana agama ciptaan Alah numutkeun fitrahna manusa. Teu aya anu pahili dina pangayuga Allah, eta agama anu lempeng, ngan kalolobaan manusa henteu nyaraho.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sakumna manusa diperedih sangkan tetep aya dina girtahna nyaeta agama anu lempeng, nyaeta agama Islam. Numutkeun para ahli pendidikan tanpa akhlak teu beda ti nagtungkeun benang anu baseuh, sedengkeun akhlak tanpa agama sarua bae sareng bohon atawa omong kosong.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sedengkeun da’wah kudu ngarawu tilu dimensi nyaeta; kahiji da’wah ka Allah anu ngandung harti tetep tigin kana ibadah ka Allah Swt, kadua da’wah ka diri pribadi, ngandung harti ngalatih sareng ngabiasakeun nyumponan sareng ngamalkeun sagala parentah Allah sarta ngajauhan sagala cegahan-Na, katilu da’wah ka nu sejen dina harti ngajak balarea, umat sangkan bisa narima sareng ngamalkeun ajaran Islam. Da’wah bisa dilakukeun ku basa ucapan, basa perbuatan sareng basa bantuan atawa sosial.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Ibadah puasa anu dibarengan ku qiyamullail ku urang tos dilakonan karana Allah samata-mata, henteu aya nu maksa sareng henteu kapaksa, wungkul miharep rido Allah, sabab upama tanpa rido mantenna amal urang bakal percumah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Kulantaran kitu disagigireun urang nembrakeun rasa syukur ka hadirat Allah swt. Oge urang sami-sami neda hampura ka mantenna, sakanteunan urang nyanggakeun samudaya amal ibadah urang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Ku rengsena ibadah shaum anu sasasih lamina ieu, mudah-mudahan tiasa mulih deui kana fitrah urang anu sagembelngna, dugi ka urang mibanda daya tarik sareng daya mampuh anu leuwih luhur dina enggoning nyanghareupan tugas-tugas saterusna. Kadituna Allah maparin ka urang sadaya iman anu langkung kuat, takwa anu langkung melekat, masyarakat jauh dina maksit, mudah-mudahan pinanggih bagja dunya rawuh akherat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';">با رك الله لي ولكم فى القران العظيم. ونفعني واياكم بالايات والذكرالحكيم. وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين</span></b><b><span dir="ltr"></span></b></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b>KHUTBAH KADUA<span dir="rtl"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span dir="rtl"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b> </b></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';">الله اكبر 7<span>  </span>الحمد لله حق حمده والصلاة والسلام على رسوله محمد وعلى اله وصحبه. اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله جاء برسالته</span></b><b><span dir="ltr"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Mangga urang sami-sami neneda ka hadirat Allah swt, supados urang sadaya tetep dina panangtayungan, pangaping jeung pangjaring Allah Swt. Amin ya rabbal ‘alamin…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><i>YA Allah ya Robbun Ghofur</i>, abdi sadaya dumeuheus ka gusti, nyanggakeun sagala puji sareng syukur tina sagala karahmanan sareng karahiman gusti nu dipasihkeun ka abdi sadaya, dugi ka abdi sadaya tiasa nyambut ngarayakeun dinten anu Agung taun ieu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><i>Ya Allah, ya qowiyyu ya aziiz</i>, abdi sadaya sadar, seueur pisan kakirangan, kalepatan sareng dosa, teu layak abdi sadaya jadi pangeusi surga mangrupa ganjaran ti gusti, namung abdi yakin tangtos moal kiat upami abdi kedah janten pangeusi naraka akibat bebendon gusti. Mugi gusti ngahapunten sagala kalepatan sareng dosa abdi sadaya, mugi gusti nyampurnakeun sagala kakirangan abdi sadaya sareng mugi nampi sagala amal ibadah abdi sadaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><i>Ya allah, </i>mugi gusti masihan kakiatan iman ka abdi sadaya, oge ningkatkeun takwa abdi sadaya, dugi ka abdi sadaya tiasa nyangga pancen hirup abdi dina enggoning neraskeun risalah rasul gusti, muhammad saw.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><i>Ya allah</i>, <i>ya qohhar ya jabbar</i>, mung gusti dzat maha perkasa, sedengkeun abdi sadaya henteu ngagaduhan daya kakiatan sareng kamampuan tanpa pitulung gusti, abdi sadaya darma ikhtiar anu akhirna abdi sadaya sumerah kana takdir sareng pangersa gusti, mugi gusti masihan kakiatan dina waktos kaayaan abdi lemah sareng mugi merenahkeun abdi sadaya dina jalan anu lempeng, jalan anu dipikarido ku gusti.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><i>Ya allah, ya shamad</i>, jalanan kalemahan abdi sadaya, abdi sadaya teu acan tiasa ngabuktoskeun dina hirup kumbuh rasa sakanyeuri sakapeurih antara papada hirup. Nulung kanu butuh nalang kanu susah, Mugi gusti ngahirupsuburkeun dina jiwa abdi sareng dina jiwa kaum muslimin sumanget duduluran, sumanget persatuan sareng kasatuan anu dibengkeut ku tali asih rahman rahim gusti.</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';">اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات, ربنا افرغ علينا صبرا وثبت اقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين. ربنا ظلمنا انفسنا وان لم تغفرلنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين. ربنا هب لنا من ازواجنا وذرياتنا قرة اعين واجعلنا للمتقين اماما.ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار</span></b></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><b><span style="font-family:'Traditional Arabic';"></span></b><b><span dir="rtl" style="font-size:12pt;font-family:'Traditional Arabic';">سبحانك ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.</span></b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahkomunikasi.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahkomunikasi.wordpress.com&amp;blog=2265679&amp;post=4&amp;subd=dakwahkomunikasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2008/01/06/khutbah-%e2%80%98idul-fitri-1428-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOA SUKSES</title>
		<link>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2007/12/27/doa-sukses/</link>
		<comments>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2007/12/27/doa-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 14:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2007/12/27/doa-sukses/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Uwes Fatoni Dipublikasikan dalam kolom Hikmah Republika tanggal 24 Oktober 2007 Setiap manusia senantiasa berharap sukses dalam kehidupan dengan memperoleh semua yang diinginkan dan dicita-citakannya. Kesuksesan ini bisa dalam bentuk sukses materi, sukses sosial, sukses intelektual atau sukses emosional. Setiap kesuksesan tersebut bagi seorang muslim, tidak hanya diperoleh dengan ikhtiar, namun juga disertai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahkomunikasi.wordpress.com&amp;blog=2265679&amp;post=3&amp;subd=dakwahkomunikasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">Oleh : Uwes Fatoni</p>
<p><i>Dipublikasikan dalam kolom Hikmah Republika tanggal 24 Oktober 2007</i></p>
<p>Setiap manusia senantiasa berharap sukses dalam kehidupan dengan memperoleh semua yang diinginkan dan dicita-citakannya. Kesuksesan ini bisa dalam bentuk sukses materi, sukses sosial, sukses intelektual atau sukses emosional. Setiap kesuksesan tersebut bagi seorang muslim, tidak hanya diperoleh dengan ikhtiar, namun juga disertai dengan doa.<span id="more-3"></span><br />
<span></span><br />
Doa merupakan pendorong ruhaniah diri kita untuk terus berusaha karena meyakini bahwa setiap usaha yang dibarengi doa akan sukses. Allah berfirman, “…Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku jawab (QS Al-Mu’min {40}: 60).<br />
Dengan keyakinan ini setiap ikhtiar yang kita usahakan akan dilakukan dengan sebaik mungkin, kalau bisa sampai sempurna atau minimal mendekati kesempurnaan. Dalam sebuah hadits qudsi rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku dan Aku akan senantiasa menyertainya apabila berdoa kepada-Ku” (HR Bukhari Muslim).<br />
Para nabi dan Rasul, sebagaimana dikisahkan secara indah dalam Al-Quran senantiasa berdoa untuk sukses dalam misinya sebagai pribadi atau sebagai pemimpin umat. Nabi Ayub berdoa untuk sembuh dari penyakit; Nabi Isa berdoa untuk mendapat rizki yang halal; Nabi Zakaria berdoa untuk mendapatkan keturunan yang baik; Nabi Sulaeman berdoa untuk mendapatkan kekuasaan. Doa-doa mereka merupakan doa-doa yang baik (ma’tsurat) yang dapat kita contoh dengan mengikuti dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.<br />
Doa juga dinilai sebagai ibadah yang utama di sisi Allah, “Tidak ada satu pun amal yang lebih mulia pada pandangan Allah daripada doa” (HR. Bukhari). Bahkan Allah membenci orang-orang yang enggan berdoa kepada-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (tidak mau berdoa), akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min:60).<br />
Betapa tingginya nilai doa bagi seorang muslim, sehingga rasul menyatakan doa merupakan intinya ibadah (mukhul ibadah) dan senjata bagi orang yang beriman.<br />
Agar kita senantiasa sukses dalam hidup marilah kita berdoa, baik di kala susah atau senang, ketika miskin atau kaya, dalam keadaan lapang atau sempit. Doa yang dipanjatkan secara dawam (rutin) inilah yang paling Allah sukai. “Barangsiapa yang mengingikan doanya dipenuhi Allah ketika dia dalam kesulitan, hendaknya dia memperbanyak doa di waktu lapang (HR. Tirmidzi dan Hakim).</p>
<p>Uwes Fatoni, Staf Pengajar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.</p></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahkomunikasi.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahkomunikasi.wordpress.com&amp;blog=2265679&amp;post=3&amp;subd=dakwahkomunikasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2007/12/27/doa-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2007/12/05/hello-world/</link>
		<comments>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2007/12/05/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 15:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kanguwes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahkomunikasi.wordpress.com&amp;blog=2265679&amp;post=1&amp;subd=dakwahkomunikasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahkomunikasi.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahkomunikasi.wordpress.com&amp;blog=2265679&amp;post=1&amp;subd=dakwahkomunikasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahkomunikasi.wordpress.com/2007/12/05/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ca95229342ac66d8008ce17b9253e7?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kanguwes</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
